fbpx

Trik Cerdas Menghadapi Mertua dan Ipar yang Suka Nyinyir

Gema – “Kamu kapan nikah?”

Bagi kamu yang sudah lulus kuliah atau berusia 23 tahun ke atas, pasti akan sering ditanya kapan nikah. Menyebalkan? Tentu saja! Bikin depresi? Jangan dong. Justru buru-buru menikah hanya karena tuntutan netizenlah yang nantinya bikin depresi.

Menikah memang impian ‘hampir’ semua orang. Meskipun tidak semua orang ingin menikah, apalagi nikah muda tapi tentu menjadi salah satu target dan dituliskan dalam bucket list. Tapi menikah ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain halangan dana (dan pasangan buat yang masih jomblo), gambaran akan memiliki mertua dan ipar jahat juga menyebabkan kegalauan tersendiri.

Mertua, Ipar dan Cicilan

Yah, namanya juga rumah tangga. Mertua plus ipar dan cicilan merupakan paket komplit yang harus dihadapi oleh pengantin baru. Keduanya memiliki peran sebagai orang tua dan saudara yang harus disayangi seperti keluarga sendiri, meskipun terkadang kehadiran mereka sering disebut-sebut sebagai penyebab rumah tangga tidak bahagia.

Tak jarang ditemukan adanya perselisihan antara mertua dan menantu. Terutama jika kamu sebagai isteri tidak bekerja dan hanya mengandalkan duit suami. Pasti banyak tuh sindirian-sindiran halus yang beredar sepulangnya kamu dari berbelanja. Jangankan mau jalan-jalan ke Bali, belanja susu anak saja dinyinyirin. Paling parah jika harus tinggal serumah dengan mertua, pasti kamu akan merasa tidak bebas. Apa-apa diawasin.

Lalu gimana sih caranya menghadapi mertua dan ipar yang suka nyinyir dengan apapun yang kamu lakukan?

Jangan Terlalu Diambil Pusing

Ingat yang menjalani pernikahan itu adalah kamu dan suami bukannya kamu dan mertuamu. Tentu semasa pacaran kamu sudah mengenal dan berusaha membaca karakter orang tua dan saudara sang pacar, jadi sedikit banyak sudah bisa memprediksikan seperti apa nantinya jika sudah menikah. Apapun tanggapan mereka jangan terlalu diambil pusing selama itu tidak merugikan suami dan orang lain apalagi suami orang lain. Hal ini akan menghindarkan kamu dari perasaan tertekan dan terjadinya perselisihan antara mertua, ipar dan menantu.

Tinggal Sejauh Mungkin dari Mertua dan Ipar

Mertua, ipar dan cicilan sekali lagi adalah paket komplit. Jika tidak ingin cicilan membengkak, bersabarlah dan tinggal bersama mertua. Jika tidak ingin tertekan karena mertua dan ipar yang suka nyinyir, mau tidak mau harus membeli rumah sendiri.

Jangan lelah meyakinkan suami. Berikan alasan yang masuk akal dan mudah diterima misalnya tidak ingin menjadi beban bagi keluarga besar. Tapi jika ternyata suami adalah anak tunggal, maka tidak bisa juga dipaksakan mengingat usia dan kondisi kesehatan mertua sehingga hanya perlu bersabar.

Komunikasikan dengan Suami

Jangan khawatir menceritakan segala perlakuan mertua dan ipar yang kamu rasa tidak menyenangkan kepada suami. Bukannya berniat menjatuhkan tetapi bersikap terbuka kepada pasangan adalah kunci keutuhan rumah tangga.

Bersikap Tertutup

Sebagai menantu, tentu kamu ingin berbagi segala hal dengan mertua dan ipar yang sudah kamu anggap seperti keluarga sendiri. Tapi jika ipar dan mertuamu adalah tipe yang suka nyinyir, maka trik terakhir ini patut kamu coba. Jangan sampai dengan menceritakan segala kemurahan hati suami terhadapmu nantinya menimbulkan kecemburuan dan tentu tidak sehat.

Jika tidak tinggal serumah dengan keluarga suami, jangan lupa mengontrol postingan kamu di media sosial. Sembunyikan postingan yang menurutmu terlalu berfoya-foya dan tunjukkanlah image yang sederhana dan keibuan. Memang ini terkesan munafik dan tidak jujur, tapi bukankah ini semua demi keharmonisan keluarga kecilmu.

Beri tanggapan