fbpx

Sempat Menuai Protes, KPU Tetap Coret Mandala Shoji dari DCT Pileg 2019

Gema, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap mencoret nama Mandala Shoji caleg PAN dari Daftar Caleg Tetap. Meski sebelumnya diprotes oleh kuasa hukum Mandala, KPU menyebut putusan hukum Mandala adalah bukti melakukan pelanggaran pemilu.

“Dasarnya KPU undang-undang. Di undang-undang itu kan jelas kalau pidana pemilu maka dicoret. Sudah jelas,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam keterangan tertulis yang diterima Gema.id, Sabtu, 9 Februari 2019.

Pihak KPU menurut Arief siap untuk menjalani proses hukum jika ada pihak yang keberatan terkait pencoretan Mandala dari DCT, termasuk kuasa hukumnya Elza Syarif yang sempat memprotes kebijakan dari KPU.

Menanggapi protes Elza, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan pihak kuasa hukum Mandala tidak memiliki pijakan hukum untuk melaporkan KPU ke polisi. Alasannya ialah putusan hukum Mandala telah berkekuatan hukum tetap karena penolakan permohonan banding oleh Pengadilan Tinggi.

“Jika ada calon dan kemudian dia melakukan tindak pidana pemilu yang sudah diputuskan oleh pengadilan dan putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap, maka dia harus menjalankan sanksi pidananya. Selain itu juga dia harus jalankan sanksi administrasinya. Apa sanksi administrasinya? Yakni dibatalkan sebagai calon,” pungkas Hasyim.

Meski surat suara sudah terlanjut dicetak. KPU akan berupaya agar pemilih tidak salah coblos ketika hari pencoblosan. Upaya yang akan dilakukan KPU menurut Hasyim ialah menerbitkan SK pembatalan Mandala sebagai caleg kemudian menyurati Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tiap TPS daerah pemilihan untuk Mandala Shoji.

“Sesegera mungkin (diumumkan) kalau sudah ada keputusan KPU tentang yang bersangkutan itu. Jadi yang bersangkutan itu harus dibatalkan dulu baru diumumkan gitu,” ungkapnya.

Dan jika saat hari pencoblosan pileg 2019, jika ada surat suara yang mencoblos Mandala, maka surat suara tersebut dinyatakan tidak sah menurut KPU.

“Artinya kalau masih coblos calon maka menjadi tidak sah,” pungkas Hasyim.

Sebelumnya, pengacara Mandala, Elza Syarif memprotes keputusan KPU yang akan mencoret nama kliennya dari DCT pileg 2019.

“Kan tadi saya katakan upaya hukum kita, kita melakukan kampanye. Ini kan kejahatan, mau dituntut ya. Saya pasti keras. Hak politiknya nggak hilang kok,” kata Elza.

Beri tanggapan