fbpx

Timses Jokowi-Ma’ruf Laporkan Kegiatan Tablig Akbar PA 212 ke Bawaslu

Gema, Jakarta – Timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin melaporkan kegiatan tablig akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Solo, Jawa Tengah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Timses menduga kegiatan tersebut sarat dengan kepentingan politik.

“Kami mendapatkan laporan ada ajakan-ajakan terkait kampanye, ada teriakan ganti presiden, kaus ganti presiden. Bahkan ada yang lebih substantif, yaitu ajakan mencoblos,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Surakarta, Suprabu dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 Januari 2019.

Suprabu bersama tim telah menyerahkan sejumlah barang bukti ke pihak Bawaslu Surakarta. Beberapa bukti yang diserahkan diantaranya adalah foto dan video.

“Sudah kita sampaikan beberapa foto-video yang sudah kita terima dari teman-teman relawan,” ujarnya.

Pelaporan yang dilakukan timses berdasar pada fakta yang sebelumnya disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono. Dia menilai ada unsur kampanye terselubung dalam kegiatan tersebut.

“Karena tidak ada izin, giat mereka juga kita batasi dan kita sekat di beberapa titik. Dan memang betul ternyata saat pelaksanaan bukan mengajak kebaikan, tetapi malah mengajak massanya untuk coblos nomor 02 dan menebar kebencian dan permusuhan,” kata Condro kepada awak media, pada Senin, 14 Januari 2019.

Hal tersebut sontak direspon oleh Ketua PA 212, Slamet Ma’rif. Dia memastikan akan bersikap kooperatif jika memang kegiatan yang diduga memiliki unsur kampanye didalamnya itu benar adanya.

“Kita tunggu saja Bawaslu nanti. Saya akan kooperatif jika dibutuhkan keterangan oleh Bawaslu,” kata Slamet ketika memberikan tanggapan.

Dari pihak Bawaslu sendiri, laporan yang diserahkan oleh TKD kepada Slamet belum langsung ditindaklanjuti. Sebab pelapor masih harus menyertakan saksi yang mendengar dan melihat langsung pergelaran acara tablig akbar yang terindikasi kampanye terselubung itu.

“Harus dilengkapi saksi-saksi yang melihat dan mendengar langsung acara itu, apakah memang ada indikasi kampanye terselubung atau tidak. Jika ada nanti kita tindaklanjuti,” kata Anggota Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma.

Bawaslu juga memberi waktu kepada pelapor hingga hari Rabu (16/1). Dan setelah laporan tersebut telah lengkap, maka Bawaslu akan mengkaji kembali laporan itu bersama Gakkumdu.

Beri tanggapan