fbpx

Artis Besar Dalam Skandal Kasus Suap Di Liga Indonesia

(Gema) – Kasus suap dan pengaturan skor kembali menjadi pembicaraan yang mencuat di kancah sepak bola Liga Indonesia, khususnya untuk Liga 2 2018, yang saat ini segera menentukan tiga klub yang layak promosi ke Liga 1 2019. Sebenarnya kasus suap dan pengaturan skor sudah mulai tercium saat Liga 2 2018 memasuki babak 8 besar, yang dibagi menjadi 2 grup.

Semen Padang, PS Mojokerto Putra, Aceh United dan Kalteng Putra di Grup A, lalu PSS Sleman, Madura FC, Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh di Grup B. Paling jelas adalah pertandingan PSS Sleman vs Madura FC di laga lanjutan babak 8 besar beberapa pekan lalu. Gol kontroversial yang terlihat jelas offside milik PSS Sleman disahkan oleh wasit pertandingan.

Belum lagi, Kalteng Putra yang hendak menghadapi Semen Padang di Stadion Agus Salim pada pertandingan terakhir Grup A. Wasit pertandingan asal Sumatera yang ditunjuk untuk laga tersebut, dirasa kurang adil oleh Kalteng Putra. Di tengah mencuatnya rumor suap dan pengaturan skor di Liga 2 2018, santer terdengar nama yang diduga mafia dalam persepak bolaan Indonesia.

Orang tersebut adalah Vigit Waluyo, yang ternyata punya sejarah dalam kepemilikan salah satu klub Indonesia. Vigit Waluyo merupakan pengusaha asal Jawa Timur yang sudah malang melintang di sepak bola Tanah Air. Dia merupakan putra dari HM Mislan, yang juga tokoh sepak bola nasional tahun 1980 an. Bukan hanya itu, Vigit juga tercatat berpengalaman sebagai manajer di sejumlah tim kecil seperti Persiwangi Banyuwangi, PSIR Rembang dan bahkan salah satu ‘artis’ dalam dualisme Persebaya Surabaya.

Berawal dari Persikubar yang diduga dia merupakan pemiliknya, lalu pindah ke Surabaya dan menjadi Persebaya DU. Lalu Persebaya DU juga tak lama menjadi Persebaya United, Bonek FC, Surabaya United dan menjadi bibit yang hingga sekarang menyandang nama Bhayangkara FC. Juaranya Bhayangkara di Liga 1 2017 yang mengejutkan publik nasional juga diduga ada sosok Vigit Waluyo di balik layar.

Bahkan baru-baru ini, nama Vigit Waluyo, disebut pemilik asli PS Mojokerto Putra yang sempat moncer di babak 8 besar Liga 2 2018, pernyataan ini dilansir dari status akun facebook bernama Cocomeo Cocomeo yang sering menuliskan bobroknya Liga Indonesia menurut investigasinya. Setelah nama Vigit Waluyo santer terdengar ditambah dugaan dari Cocomeo di Facebook, akun Twitter bernama @Footballnesia yang sering membahas sepak bola nasional juga menyuarakan pendapatnya bahwa VW harus segera diringkus.

“Sama saja, yang semalam buka-bukaan juga bekerja sama dengan Vigit Waluyo. Pemerintah harus tangkap Vigit Waluyo,” tulis @Footballnesia menanggapi tayangan Mata Najwa.

Dengan akun sosial media seperti pengamat sepak bola nasional seperti Cocomeo dan Footballnesia sudah bersuara untuk mengusut tuntas Vigit Waluyo, ditambah pengakuan beberapa pihak di acara Mata Najwa kemarin malam, nampaknya sudah seharusnya pihak PSSI dan PT LIB serta pemerintah untuk harus mengakhiri semua drama yang ada di dunia persepakbolaan Indonesia.

Beri tanggapan