fbpx

Soal Poster ‘Raja Jokowi’, Fahri Hamzah: Beliau Kelihatan Berwibawa

GEMA, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai tak ada yang perlu dipersoalkan terkait pemasangan atribut yang memuat gambar Presiden Joko Widodo dengan kostum raja. Menurut Fahri, Jokowi tampak berwibawa dalam kostum itu.

“Ya sudah, terima saja kenapa, sih. Kan Pak Jokowi suka pakai baju adat. Macam-macam baju adat yang dia pakai. Ya sudah, terima saja. Bagus kok, kelihatan berwibawa dia pakai itu,” ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 15 November 2018.

Fahri juga menyarankan agar PDIP tak terlalu khawatir dengan poster ‘Raja Jokowi’ itu. Fahri kemudian menyinggung soal mobil Esemka.

“Nggak usah sakit perut gitu, bagus kok. Santai saja, terima yang begitu-begitu. Kan memang Pak Jokowi nyentrik. Dulu waktu dia nunggangin mobil Esemka juga sudah pakai baju kayak gitu, meskipun Esemkanya nggak terus, tapi bagus. Bajunya tetap bagus, santai saja,” kata Fahri.

Seperti dikabarkan sebelumnya, poster-poster dan stiker bergambar ‘Raja Jokowi’ tersebar di Jawa Tengah. Desainnya serupa, yakni gambar Jokowi mengenakan mahkota khas raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.

Langkah berikutnya PDIP Jateng menyerahkan kepada Tim Kampanye Nasional (TKN). Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Kusriyanto atau Bambang Kribo mengatakan siang ini digelar rapat terkait adanya poster jenis rontek bergambar Joko Widodo memakai busana raja.

“Belum ada yang datang dan klarifikasi. Cek ke TKN tidak ada, DPP juga. Kita tunggu siapa yang recanakan, hari ini kita rapatkan,” kata Bambang di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, pada Kamis, 15 November 2018.

Bambang menduga poster itu buatan lawan politk karena jika internal partai maka akan cepat melakukan klarifikasi. Sedangkan saat ini belum juga ada pihak yang datang mengklarifikasi.

PDIP menganggap gambar Jokowi memakai pakaian raja justru mendowngrade karena Jokowi capres melalui pemilu, bukan raja. Selain itu ada juga dugaan untuk menggembosi suara Jokowi di Jateng dengan poster itu.

“Memang dugaannya mengarah itu (menggembosi suara). Kita deklarasi 78 persen sampai 82 persen di Jateng. Pihak lawan berhitung, untuk mengurangi dan menggembosi,” imbuhnya.

Beri tanggapan