fbpx

Timses Jokowi-Ma’ruf Laporkan Prabowo-Sandi ke Bawaslu

GEMA, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf melaporkan kandidat capres-cawapres nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ke Bawaslu. Timses Jokowi menganggap Prabowo-Sandi memobilisasi massa yang masih anak-anak.

“Melaporkan paslon 02, kami menduga paslon 02 dan tim kampanye lakukan mobilisasi atau melibatkan anak dalam Aksi Bela Tauhid, Jumat, 2 November 2018 lalu,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi, Ade Irfan Pulungan, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 November 2018.

Irfan datang ditemani anggota hukum dan advokasi lainnya. Dia langsung menyerahkan laporan kepada pihak sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Menurut Irfan, dalam acara itu, ada kalimat yang disampaikan seorang anak yang mereka anggap merugikan pihaknya. Dia mengatakan kalimat tersebut berisi ajakan untuk memilih paslon 02.

“Karena kami lihat ada penyampaian yang dilakukan seorang anak, narasinya itu sungguh merugikan kami. Terdapat kami lihat kalimatnya ‘siap ganti presiden’ dan ‘eh lu pade jangan lupa pilih nomor 2, lupain yang nomor 1’. Kalimat itu kami anggap diduga sebagai sebuah kampanye, melibatkan peristiwa aksi damai Bela Tauhid minggu lalu,” imbuhnya.

Paslon Prabowo-Sandi dianggap telah melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 280 dan 492. Hal ini terkait dengan keterlibatan anak dalam kampanye.

“Kami menganggap ini sudah melanggar Pasal 280 ayat 2 huruf k mengenai pelanggaran terhadap larangan melibatkan orang yang tak berhak memilih atau anak-anak. Dan juga Pasal 492 UU 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, yang bunyinya setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU provinsi dan kabupaten untuk setiap peserta pemilu,” ujarnya.

Irfan mengatakan pihaknya membawa barang bukti berupa video orasi saat kejadian. Irfan meminta Bawaslu segera menyelidiki hal ini.

“Jadi kenapa dia menyampaikan kalimat itu, itu yang harus kami minta Bawaslu untuk segera dilakukan penyelidikan. Karena dia sampaikan itu sebuah ajakan. Bagi kami, itu sebuah kampanye yang di luar jadwal karena di situ ada massa ada orang ada kerumunan,” ujar Irfan.

Beri tanggapan