fbpx

Ini Alasan Prabowo Berada di Kediaman SBY Selama 20 Menit

(Gema – Jakarta) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo yang mengenakan kemeja krem dan peci hitam lalu langsung masuk ke dalam rumah SBY, di bilangan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018.

Sementara itu Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, tak banyak memberikan komentar saat memberikan konfirmasi kepada para awak media mengenai tujuan apa sehingga Prabowo mendatangi kediaman pak SBY.

“Kita tunggu ya sama-sama, teman-teman lihat barusan Pak Prabowo hadir. Kita tunggu hasilnya,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan sesaat setelah Prabowo tiba.

Sekitar kurang lebih 20 menit berada di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat SBY, Prabowo kemudian meninggalkan kediaman SBY namun enggan memberikan komentar kepada awak media. Mantan Danjen Kopassus itu hanya membuka kaca mobilnya dan memberi hormat sambil tersenyum.

Diketahui pada Kamis pagi tadi, Prabowo sudah mendatang rumah SBY selama 40 menit. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut pertemuan tersebut salah satunya membicarakan mengenai power sharing.

Setelah pertemuan dengan tersebut, SBY langsung menggelar rapat darurat dan memanggil pengurus teras Demokrat ke rumahnya. Rapat darurat tersebut baru selesai malam ini.

Partai Demokrat semula sudah menyatakan akan mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun, menjelang penutupan pendaftaran, muncul isu bahwa ada politik transaksional yang dilakukan Prabowo dalam memilih cawapresnya.

Isu ini dihembuskan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief pada Rabu kemarin, bahwa koalisi yang dibangun partainya bersama Partai Gerindra terancam batal. Menurut Andi, ada perubahan sikap dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebabkan rencana koalisi terancam batal. Ia juga menduga Prabowo berubah sikap karena persoalan materi.

Sementara itu, Joko Widodo resmi mengumumkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019. Diketahui bahwa nama dari koalisi kubu Jokowi ialah Koalisi Indonesia Kerja. Jokowi dan Maruf Amin akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada hari Jumat, 10 Agustus 2018 di Komisi Pemilihan

Beri tanggapan